Memilih Arang Sekam Sebagai Media Tanam

Pertanianku – Arang sekam merupakan sekam padi yang telah dibakar dengan pembakaran yang tidak sempurna. Cara pembuatannya ada dua macam, yaitu disangrai dan dibakar. Cara pertama dilakukan dengan meletakkan sekam di atas seng yang telah ditempatkan di atas tungku. Selanjutnya, sekam disangrai sambil diaduk. Dengan cara ini, akan diperoleh sebanyak 40—50 kg dari 100 kg sekam segar. Sementara itu, cara kedua dilakukan dengan memasukkan sekam ke dalam tong sampai tinggi sekitar 20 cm. Oli dituangkan ke dalam tong kemudian dibakar.

Jika asap dari pembakaran berkurang, sekam perlu ditambah sedikit demi sedikit hingga tong penuh. Tong kemudian ditutup karung basah dan di atasnya diberi penutup hingga rapat. Sekam dibiarkan menjadi dingin. Setelah itu, arang sekam dipisahkan dari abunya melalui penyaringan. Jumlah yang diperoleh sekitar 40—50 kg dari 100 kg sekam segar. Cara kedua kurang efisien karena memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan cara pertama.

Selain dibuat sendiri, arang sekam juga dapat diperoleh dengan cara membeli di toko saprotan atau kios penjual tanaman. Daya simpannya cukup lama, bisa mencapai lebih dari satu tahun. Media tanam satu ini memiliki drainase dan aerasi yang baik, bertekstur kasar, ringan, dan sirkulasi udara tinggi karena banyak memiliki pori-pori sehingga kurang dapat menahan air. Oleh karena itu, media ini sangat baik untuk tanaman yang tidak suka media yang terlalu basah atau tergenang air.

Media tanam satu ini mengandung unsur mangan (Mn) dan silikon (Si). Namun, bisa dikatakan di dalam media ini tidak terdapat nutrisi atau hara untuk pertumbuhan tanaman. Kelebihan arang sekam adalah media menjadi lebih poros, bersih, dan sterilitasnya lebih terjamin, serta bebas dari organisme yang dapat mengganggu, seperti kutu yang biasa hidup dalam tanah.

 

Sumber: Buku 15 sayuran Organik dalam Pot