Erupsi Gunung Agung Jadi Momentum Masyarakat Kembali ke Pertanian


Peranianku — Erupsi Gunung Agung menoreh luka dan kesedihan bagi warga sekitar yang terkena dampaknya. Selain itu, bencana alam itu juga telah berimbas pada lesunya sektor pariwisata. Akan tetapi, kejadian itu bisa jadi momentum bagi masyarakat kembali ke pertanian.

kembali ke pertanian
Google Image

Hal itu diungkapkan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika saat menghadiri Rapat Gabungan dengan jajaran DPRD Provinsi Bali, di Denpasar, Senin (11/12/2017).

“Harus mulai berpikir jika (kejadian erupsi) ini berkelanjutan, bagaimana anak yang bekerja di dunia pariwisata itu tidak nganggur. Mungkin ini momentum kita untuk kembali ke pertanian,” kata Pastika.

Ia mengharapkan jajaran organisasi perangkat daerah setempat mulai berpikir untuk bisa membuka peluang bagi generasi muda Bali yang kemungkinan nanti kehilangan pekerjaan di bidang pariwisata. Pasalnya, Pemvrov Bali mempunyai sejumlah lahan kosong yang mungkin bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memelihara ternak.

Lahan milik pemprov yang cukup luas di antaranya di Pekutatan Kabupaten Jembrana sekitar 1.100 hektare, dan di Sumberkelampok Kabupaten Buleleng seluas 650 hektare.

“Jadi mari kita berpikir dengan tenang, jangan panik dulu. Mari kita rundingkan apa yang harus kita kerjakan,” ajaknya.

Apalagi, menurut Pastika, sebenarnya kebutuhan di sektor pertanian cukup tinggi dan sampai saat ini masih belum bisa dipenuhi. Ia memprediksi, kebutuhan telur per hari di Bali saja mencapai satu juta butir, belum lagi kebutuhan daging dan sayur-sayuran.

“Anak-anak kita yang tidak bisa bekerja (di sektor pariwisata-red) itu, mungkin saatnya pulang kampung menggarap tanahnya sendiri, pelihara ayam atau bebek mungkin ke sana arahnya. Saya sedang berpikir kalau kondisi ini berkelanjutan, kelihatannya sih akan begini-begini terus,” tutur dia.

Perhitungan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi menyatakan magma yang mengisi kawah Gunung Agung terus meningkat sehingga dalam waktu yang tidak lama berpotensi kembali meletus. Akan tetapi, Pastika berharap agar status vulkanik Gunung Agung dapat menurun dari posisi awas saat ini.

Baca Juga:  Dampak Negatif Gulma dan Kerugian yang Ditimbulkannya

“Kita kan selalu mengatakan tidak boleh meninggalkan pertanian, jadi mungkin ini momentumnya kita kembali ke pertanian,” ujar mantan Kapolda Bali itu.