Lebih Sehat Jus Buah atau Sayur? Begini Kata Pakar Gizi


Pertanianku — Ada kalanya seseorang bosan mengonsumsi buah potong. Karena itu, terkadang mereka menggantinya dengan jus. Selain bisa untuk detoksifikasi, sebenarnya lebih sehat jus buah atau sayur?

lebih sehat jus atau sayur
Pixabay

Jus yang dibuat dari sayur dan buah asli sangat baik untuk detoksifikasi tubuh. Walaupun buah potong segar lebih disarankan ketimbang jus, untuk mencegah kebosanan, banyak orang konsumsi buah atau sayur dengan cara dijus.

Jus jeruk mengandung vitamin C, sedangkan jus bayam dan mentimun bisa jadi minuman sehat yang menyegarkan dengan kombinasi apel, bit, dan wortel. Jus tersebut efektif untuk membantu turunkan berat badan.

Saran umum untuk meracik jus adalah mengikuti peraturan 90/10. Itu berarti 90 persen bahan adalah sayuran dan 10 persennya buah. Buah berguna untuk menambahkan sensasi rasa manis dalam minuman Anda. Dikutip dari NDTV (16/11) alasan lainnya mengapa buah hanya 10 persen karena buah mengandung gula dalam bentuk fruktosa.

Banyak ahli kesehatan setuju bahwa jus buah dapat menyebabkan kelonjakan kadar gula darah sehingga bagi penderita diabetes harus mengonsumsinya secara moderat. Ahli gizi bahkan menyarankan untuk menghindari jus karena di dalamnya hanya terkandung karbohidrat, serat, dan gula. Sebab, tanpa protein rasa lapar dapat meningkat lebih cepat.

Untuk itu, agar tak mudah lapar, cobalah membuat smoothies dengan campuran susu atau yogurt, kacang-kacangan, gandum, dan beberapa campuran buah atau sayuran segar.

Dr. Anju Sood mengatakan bahwa sayuran dan buah keduanya mengandung vitamin dan mineral yang setara.

“Tapi jika Anda melihatnya dari segi kandungan gula, pastinya jus sayuran lebih sehat karena mengandung sedikit gula dibandingkan dengan jus buah. Keduanya dapat dikonsumsi setiap hari selama mereka menjalani konsumsi diet seimbang. Bagi anak-anak, saya rekomendasikan jus buah karena bisa mendorong energi yang cukup besar,” paparnya.

Baca Juga:  Air Tebu Bisa Turunkan Berat Badan, Benarkah?

Dalam hal ini, sayuran cenderung mengandung senyawa yang lebih basa daripada buah-buahan dan dapat menjaga keseimbangan pH di perut Anda. Selain itu, perannya juga mampu menstabilkan cairan dalam tubuh.

loading...
loading...