Mengenal Sifat Asli Itik di Habitatnya

Pertanianku — Itik atau bebek termasuk hewan ternak yang digemari di Indonesia. Bebek merupakan istilah yang umum digunakan dalam bahasa sehari-hari dan merupakan serapan dari bahasa Jawa. Sementara itu, itik merupakan bahasa Indonesia yang benar. Daging dan telur itik memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan karena rasanya yang lezat dan bergizi. Sifat itik yang paling terkenal adalah mampu beradaptasi dengan baik di berbagai daerah.

sifat itik
foto: Pertanianku

Hewan yang memiliki selaput di kakinya ini dapat hidup di daerah beriklim tropis ataupun subtropis. Itik liar secara rutin melakukan migrasi saat pergantian musim. Biasanya, itik bermigrasi dari wilayah utara ke wilayah selatan yang lebih hangat, seperti Amerika Selatan hingga ke Asia Tenggara.

Kemampuan adaptasi itik didukung oleh perilaku makannya yang tergolong omnivora. Itik dapat memakan biji-bijian, rumput, umbi, serta hewan-hewan kecil, seperti moluska, serangga, amfibi kecil, dan cacing tanah.

Itik liar biasanya membangun sarang di dekat sumber air seperti di tepian sungai, kolam, danau, rawa, sawah, atau kawasan pertanian. Pada dasarnya itik memang senang dengan lingkungan air karena kebiasaannya yang senang berendam. Apalagi, itik memiliki jari berselaput yang kerap digunakan untuk berenang.

Di habitat aslinya, itik akan membangun sarang di lokasi yang paling aman dari ancaman predator, seperti di sela-sela rerumputan atau semak. Begitupun saat itik sedang bertelur, hewan ini akan mencari tempat-tempat yang aman dan tersembunyi dari predator.

Biasanya, itik betina yang akan bertelur membangun sarangnya di atas tanah dan selalu menutupinya dengan ranting serta dedaunan setiap kali meninggalkannya. Hal ini seakan sudah menjadi naluri alami induk betina melindungi telur-telurnya dari predator.

Uniknya, itik merupakan hewan monogamous, yaitu hanya memiliki satu ekor pasangan dalam jangka waktu yang lama, biasanya selama satu tahun. Namun, kondisi tersebut terjadi sebelum itik-itik dijinakkan. Setelah melalui proses domestikasi, itik berubah menjadi hewan poligamus sehingga itik yang berbeda kelamin bisa dipelihara bersamaan di dalam satu kandang tanpa khawatir menimbulkan dampak buruk.

Baca Juga:  Kekurangan Kandang Postal untuk Ternak Ayam Elba