Kiat Menanam Terung Secara Organik

Pertanianku — Menanam terung secara organik tidak sulit dilakukan, mengingat terung termasuk tanaman sayur yang cukup mudah tumbuh jika kebutuhan unsur haranya terpenuhi. Namun, agar pertumbuhannya optimal, Anda perlu memberikan perawatan yang tepat untuk tanaman terung organik. Pada dasarnya cara bertanam yang dilakukan tidak begitu berbeda dengan cara bertanam konvensional. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan di bawah ini.

terung organik
foto: Pertanianku

Pengolahan tanah

Umumnya, pengolahan tanah yang dilakukan hampir sama dengan cara bertanam tanaman lain. Anda bisa menggunakan mulsa plastik hitam perak untuk menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, mencegah erosi, dan mengusir aphid. Namun, penggunaan mulsa akan menyebabkan penambahan biaya produksi.

Gunakan jarak tanam sekitar 60—70 cm × 60—70 cm. Setiap hektare lahan memerlukan pupuk kandang/kompos sebanyak 30 ton. Pupuk tersebut diberikan di atas bedengan atau dimasukkan ke lubang tanam sebanyak 1 kg/lubang tanam. Selanjutnya, pupuk dicampur dengan tanah di bawahnya. Setelah itu, bedengan disiram dengan air limbah ternak.

Semai

Media semai yang digunakan berupa campuran tanah dengan pupuk organik. Untuk tanah liat, Anda perlu mencampurnya dengan pupuk organik dan pasir. Penyemaian dilakukan selama 4 minggu. Setelah itu, bibit sudah bisa dipindahkan ke bedengan.

Penanaman

Tanam bibit ke dalam lubang tanam yang sudah disediakan, kemudian tambahkan tanah di sekeliling tanaman, lalu tekan tanah hingga padat agar bibit dapat berdiri kokoh. Setelah itu, siram bibit dengan air dan tutup dengan pelepah pisang, daun dracaena, daun kelapa, atau bambu untuk mengurangi penguapan.

Pemeliharaan

Jika tanah sudah kering, Anda harus menyiramnya. Bila tidak menggunakan mulsa plastik, Anda perlu memberikan mulsa dari dedaunan atau jerami untuk mencegah penguapan agar tanaman tidak kekeringan. Lakukan penyulaman pada tanaman yang mati, kerdil, dan tidak sehat. Bila tanaman mati karena penyakit, jangan ganti tanaman dengan tanaman baru karena bisa menular. Berikan ajir untuk menopang tanaman agar tidak roboh.

Lakukan penyiangan gulma sembari menggemburkan tanah agar aerasi tanah baik. Jangan lupa untuk melakukan perempelan atau pengambilan tunas dan bunga. Perempelan tunas dilakukan pada tunas yang berada di ketiak daun pertama hingga tunas di bawah bunga. Sementara itu, perempelan dilakukan pada bunga pertama untuk memancing bunga selanjutnya.

Berikan pupuk organik setelah tanam sebanyak 1—2 kali dalam waktu 1 minggu. Pupuk organik diberikan sejak tanaman berumur 2 minggu setelah tanam atau saat tanaman terlihat tumbuh tidak normal. Pemberian pupuk organik sebaiknya dilakukan dengan cara dikocor.

Hama dan penyakit

Selama masa pertumbuhan, tanaman terung mungkin akan diserang hama dan penyakit. Anda bisa mengendalikan kedua hal tersebut secara alami tanpa bahan kimia. Untuk mengatasi hama, Anda bisa lihat di sini dan penyakit lihat di sini.

Panen

Panen harus dilakukan sebelum buah tua karena rasanya kurang enak, biji sudah mulai keras, dan kulit liat. Panen sebaiknya dilakukan dengan tangkai buahnya.