Tikus Ikut Andil pada Kerusakan Terumbu Karang, Kok Bisa?


Pertanianku — Tikus selalu menjadi masalah, baik itu di kota-kota besar maupun kecil di dunia. Namun, tahukah Anda, hewan tersebut ternyata juga dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang.

kerusakan terumbu karang
Foto: Pixabay

Menurut studi terbaru yang dipublkasikan pada Nature International Journal of Science, tikus telah mengusik populasi burung laut di 90 persen kepulauan dunia. Dan ini berdampak pada kerusakan terumbu karang.

“Burung-burung laut terbang cukup jauh dari pulau dan mereka makan dari apa yang kita sebut sebagai ekosistem pelagis, bagian laut dalam. Kemudian mereka kembali ke pulau untuk bertengger dan berkembang biak dan ketika itulah mereka memberikan nutrisi-nutrisi kaya yang mereka dapat dari lautan ke pulau. Apabila nutrisi-nutrisi itu kembali ke terumbu karang, kandungan itu bisa mendorong produktivitas dan fungsi terumbu-terumbu karang itu,” papar Professor Nick Graham dari Universitas Lancaster di Inggris.

Namun, sayangnya, para tikus kerap memangsa telur burung, anak ayam, bahkan burung dewasa sehingga nutrisinya tidak sampai ke terumbu karang.

Nick bercerita, dalam sebuah kunjungan ke negara di Kepulauan Chagos, Samudera Hindia, baru-baru ini, terlihat perbedaan yang sangat mencolok antara pulau-pulau yang dipenuhi oleh tikus dengan pulau-pulau yang tidak terdapat tikus.

“Di mana ada tikus, langit di atasnya kosong, pulau-pulau sangat sepi,” ujarnya.

Pulau yang banyak dihuni oleh tikus otomatis memiliki populasi burung yang sedikit sehingga kandungan nitrogen tidak akan mengalir ke laut sehingga akan menyebabkan ganggang rumput dan ikan menjadi rusak.

“Ikan-ikan itu menghalau ganggang yang mengganggu, sehingga karang-karang baru bisa menetap dan tumbuh lagi,” kata Graham.

Sebaliknya, jika Anda pergi ke pulau-pulau yang bebas tikus, langitnya dipenuhi burung laut, sangat ramai, dan bau. Anda bisa mencium bau guano atau kotoran burung di udara.

Baca Juga:  Ribuan Orang di Australia Disengat Ubur-ubur Beracun

Pulau-pulau yang bebas tikus memiliki burung laut lebih banyak. Kandungan nitrogen yang lebih kaya dalam tanah yang kemudian akan mengalir ke laut yang bermanfaat bagi ganggang rumput dan ikan. Jumlah ikan juga 50 persen lebih banyak di perairan pulau-pulau yang bebas tikus.