Trik Menggaet Omzet Puluhan Juta dari Ternak Jangkrik

Pertanianku — Usaha ternak jangkrik mungkin memang tidak sepopuler usaha-usaha ternak lainnya. Akan tetapi, sebenarnya usaha ini memiliki peluang omzet hingga puluhan juta karena banyak pehobi burung yang membutuhkannya sebagai pakan.

ternak jangkrik
foto: Trubus

Melansir dari Majalah Trubus Edisi 630, peternak jangkrik di Desa Bejagung, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Lilik Setiawan, mampu meraup omzet sebesar Rp27 juta per bulan. Omzet tersebut didapatkan dari akumulasi panen 600 kg jangkrik per musim atau 37 hari. Lilik mulai beternak jangkrik setelah mendapatkan informasi dari pamannya kalau banyak peternak burung kicau yang kesulitan mendapatkan pakan.

Di Kabupaten Tuban terdapat banyak penangkar atau pehobi burung murai batu. Oleh karena itu, setelah Lilik berhasil panen jangkrik, banyak peternak burung kicau yang meminta pasokan darinya. Kini, Lilik memasok kebutuhan pakan burung untuk 30 peternak murai batu. Bahkan, terkadang permintaan juga datang dari peternak murai baru di Kabupaten Lamongan, Jombang, Kediri, dan Gresik.

Setiap harinya Lilik memanen 20 kg jangkrik dan langsung terserap oleh pasar. Menurut Lilik, produksi panen sebesar 40 kg per hari pun bisa terjual.

Melihat dari besarnya jurang antara permintaan dan persediaan, menunjukkan prospek beternak jangkrik untuk 5–10 tahun ke depan masih sangat bagus. Apalagi, kompetisi burung kicau juga masih ramai sehingga permintaan jangkrik untuk pakan relatif bagus. Banyak pehobi dan peternak burung kicau yang menginginkannya karena bisa membuat burung sehat, gemuk, dan jangkrik mampu bertahan selama 7 hari.

Tak hanya permintaannya yang luas, budidaya jangkrik tergolong mudah dan lebih tahan terhadap penyakit. Lilik membudidayakan jangkrik alam cliring. Salah satu kunci keberhasilannya adalah menjaga kontinuitas produksi dan memastikan jangkrik yang dihasilkan berkualitas. Lilik menjaga kontinuitas produksi dengan memanen telur siap tetas dari boks indukan.

Baca Juga:  Kenari Eropa yang Populer

Produksi jangkrik Lilik bisa maksimal karena ia memperhatikan kebutuhan jangkrik. Setiap hari boks dicek secara rutin. Jangkrik kecil diberikan pelepah pisang untuk minum. Lilik memberikan pakan voer dan ampas tahu sebanyak 3 kali sehari pada pagi, siang, dan sore hari.

Biasanya, Lilik mempercepat masa panen dengan memberikan pakan tambahan pada malam hari. Kegiatan ini dilakukan ketika permintaan sedang meningkat. Berbagai kisah informatif seputar keberhasilan pelaku agribisnis lainnya juga tersaji di Majalah Trubus yang bisa Anda dapatkan dengan mudah di sini!